Foto Dosen
SISTER Verified

Retno Dwi Mulyani, S. Kep., Ns., M. Kep

NUPTK: 5035764665230333.Homebase: Prodi S1 Keperawatan

Catatan Tri Dharma

Mengenal BBLR: Akar Masalah Fenomena Stunting dan Wasting pada Anak

Wednesday, August 19, 2026

 

Oleh: Retno Dwi Mulyani, S. Kep., Ns., M. Kep

Masalah gizi pada anak masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Dua istilah yang paling sering muncul adalah Stunting dan Wasting. Namun, tahukah Anda bahwa kedua kondisi ini sering kali berakar dari satu masalah di awal kehidupan, yaitu BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)?

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana bayi yang lahir dengan berat badan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan kronis dan akut.

Apa Itu BBLR?

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah kondisi di mana bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram (2,5 kg), tanpa memandang usia gestasi atau masa kehamilan. BBLR biasanya disebabkan oleh dua hal utama:

Kelahiran Prematur: Bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.

Intrauterine Growth Restriction (IUGR): Bayi lahir cukup bulan, tetapi pertumbuhannya terhambat selama di dalam rahim.

Kondisi BBLR menjadi sinyal awal bahwa bayi memulai kehidupannya dengan cadangan nutrisi dan fungsi organ yang belum optimal.

Hubungan BBLR dengan Wasting (Gizi Kurang)

Wasting adalah kondisi di mana berat badan anak tidak sebanding dengan tinggi badannya (terlihat sangat kurus). Hubungan antara BBLR dan wasting sangatlah erat:

Cadangan Lemak Terbatas: Bayi BBLR lahir dengan cadangan lemak dan otot yang sangat sedikit.

Sistem Imun Lemah: Bayi BBLR lebih rentan terkena infeksi seperti diare atau ISPA. Saat sakit, nafsu makan menurun dan penyerapan nutrisi terganggu, yang secara cepat memicu penurunan berat badan drastis (wasting).

Metabolisme yang Rentan: Tubuh bayi BBLR harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan, namun sering kali sistem pencernaannya belum siap menyerap nutrisi secara maksimal.

Hubungan BBLR dengan Stunting (Gizi Kronis)

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier di mana tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. BBLR adalah prediktor kuat terjadinya stunting karena:

Kegagalan Pertumbuhan Kejar (Catch-up Growth): Jika bayi BBLR tidak mendapatkan asupan gizi yang adekuat (seperti ASI Eksklusif dan MPASI berkualitas) di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mereka akan gagal mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.

Pemrograman Epigenetik: Bayi yang mengalami kekurangan gizi di dalam rahim mengalami perubahan metabolisme yang bersifat permanen. Tubuh mereka "diprogram" untuk bertahan hidup dalam kondisi kekurangan, sehingga pertumbuhan fisik (tinggi badan) sering kali dikorbankan.

Siklus Wasting ke Stunting: Anak yang sering mengalami wasting (akut) akibat riwayat BBLR, jika tidak ditangani, perlahan-lahan akan jatuh ke kondisi stunting (kronis).

Mengapa Bayi BBLR Lebih Berisiko?

Ada beberapa faktor biologis yang membuat fenomena ini terjadi:

Kapasitas Lambung Kecil: Bayi BBLR memiliki kapasitas lambung yang lebih kecil, sehingga membutuhkan frekuensi menyusu yang lebih sering namun dalam jumlah sedikit.

Gangguan Penyerapan: Usus bayi BBLR sering kali belum matang secara fungsional untuk menyerap zat gizi mikro seperti zat besi, zink, dan kalsium yang krusial untuk pertumbuhan tulang.

Prioritas Nutrisi: Nutrisi yang masuk ke tubuh bayi BBLR sering kali habis digunakan untuk fungsi vital (otak dan jantung) daripada untuk pertumbuhan tulang dan jaringan otot.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Mencegah stunting dan wasting akibat BBLR harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun:

1. Intervensi Saat Kehamilan

Nutrisi Ibu Hamil: Pastikan ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan Tablet Tambah Darah (TTD).

Kontrol Rutin (ANC): Melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali untuk memantau pertumbuhan janin.

2. Penanganan Bayi Baru Lahir

Inisiasi Menyusu Dini (IMD): Memberikan kolostrum yang kaya akan antibodi.

Metode Kanguru: Menjaga kehangatan suhu tubuh bayi BBLR melalui kontak kulit ke kulit untuk membantu stabilitas fungsi tubuh dan kenaikan berat badan.

3. Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan

ASI Eksklusif: ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi BBLR agar daya tahan tubuh kuat.

MPASI Berkualitas: Setelah 6 bulan, berikan MPASI yang kaya akan protein hewani (telur, ikan, ayam, daging) untuk merangsang hormon pertumbuhan.

Imunisasi Lengkap: Mencegah penyakit infeksi yang dapat memperburuk status gizi.

Kesimpulan

BBLR bukanlah sekadar masalah bayi "kecil", melainkan pintu gerbang terjadinya fenomena stunting dan wasting di masa depan. Dengan deteksi dini dan intervensi gizi yang tepat pada periode emas pertumbuhan, anak yang lahir dengan BBLR tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat, cerdas, dan mencapai tinggi badan optimal.

Mari cegah stunting dan wasting dengan memperhatikan kesehatan ibu hamil dan memberikan nutrisi terbaik sejak hari pertama kelahiran.

Artikel Terkait

Hasil Karya Produk Digital
Home TriDharma Produk